"Adil Ka' Talino Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata"..

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG..

Senin, 23 Juni 2014

Bocah Main Judi

Sungai Betung, Terperangah sambil mengelus dada, seakan tak percaya melihat anak2 kecil sudah pandai bermain judi. Seperti yg dilihat semalam 7/6/2014. Saat malam band di kampung Jirak, anak2 kecil berbondong2 mendekati lapak judi dan bermain judi. Miris sekali, karena hal ini dibiarkan oleh orangtua mereka. pembiaran dan kurangnya pengawasan para orangtua terhadap anak2 mereka Akan menghancur masa depan mereka jika dari kecil sudah dibiarkan bermain judi. Kelak sudah besar tidak menutup kemungkinan akan menjadi seorang kriminal. Inilah salah satu efek negatif dari acara2 band.

Kejari Bengkayang Ciduk Direktur CV. Alam Makmur


Sungai betung, 9/6. ada yang sudah tau salah satu warga sungai betung diciduk atas dugaan korupsi proyek jembatan sebadas tahun 2007 senilai RP 500 Juta, dana dari APBD? menurut koran rakyat kalbar senin, 9 juni 2014, "Kejari Bengkayang Ciduk Direktur CV. Alam Makmur" dengan inisial AS. berdasarkan hasil audit BPKP pada tahun 2013, negara telah dirugikan Rp. 227.337.273. setelah beberapa kali diperiksa, ternyata secara sah dan meyakinkan AS diduga melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi*-. AS telah ditahan dirutan kelas II pontianak untuk 20 hari kedepan.
HAYO SIAPA LAGI SELANJUTNYA MASUK RUTAN??......

pelayanan CaPil Bengkayang buruk!


Bengkayang, Jumat, 10 Juni 2014, teman saya Jamil pergi ke Capil tujuannya membantu membuat KK tetangganya untuk keperluan buat Akta dan lain-lain. tapi tidak tau permasalahannya apa dan mengapa, pembuatan kk tersebut terkesan bertele-tele. bagaimana tidak, beberapa kali jamil ke Capil, tapi jawaban yang didapat hanya belum dan belum. beginikah pelayanan yang baik untuk masyarakat? tgl 20 Juni 2014, saya dan Jamil pergi lagi ke Capil, baru jadi KKnya. saat itu kami tidak sempat cek kk yang dibuat itu apakah sudah benar sesuai data yang diberikan atau tidak, eh tidak taunya data yang terdapat pada KK tersebut salah total. mau tidak mau teman saya Jamil hari ini tgl 23/6, harus kembali lagi ke Capil buat komplain masalah ini. dan sudah pasti mesti nunggu lagi tidak tau kapan akan jadinya KK tersebut. nampak tidak profesional sekali petugas/operatornya*

Jumat, 21 Februari 2014

BANTUAN PEMBANGUNAN RUMAH KUMUH MEMBUAT MASYARAKAT GALAU

18/2/2014 Program bantuan pembangunan rumah kumuh oleh Negara sangat diapresiasi oleh masyarakat, khususnya di Kecamatan Sungai Betung. tapi setelah realisasi di lapangan, masyarakat justru dibuat galau karenanya. hal ini disebabkan oleh teknik penyaluran bantuan/pembagian material yang diatur oleh konsultan dikatakan masyarakat tidak merata. contoh yang terjadi adalah di Desa Suka Maju kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang, warga desa Suka Maju mendapatkan pembagian material yang tidak merata dan tidak lengkap. dan masyarakat dituntut harus segera mendirikan bangunan tersebut dalam jangka waktu yang ditentukan. kegalauan masyarakat letaknya pada saat pendirian bangunan, karena mereka beranggapan bagaimana mendirikan bangunan kalau materialnya saja kurang lengkap. 

salah seorang warga Pak Lipin menyebutkan kalau mereka bingung ingin membangun rumah mereka, karena material yang kurang dan tidak lengkap yang dibagikan. mereka bisa memahami jika material diberikan tidak merata, tapi mereka memohon diberikan material yang lengkap walaupun sedikit. jadi setidaknya dapat untuk membangun dasar bangunan. agar saat pengecekan, setidaknya masyarakat sudah nampak bangunannya. " saat rapat kami diberitahukan bahwa setiap KK akan mendapat bantuan dana sekitar Rp. 7.500.000.00, dan uang tersebut tidak diberikan tunai, tetapi dananya dialihkan untuk membeli material. memang material akan diberikan 2 tahap, nah tahap pertama sudah ada material yang diberikan, tapi itu tidak lengkap material yang diberikan. selain tidak lengkap, material yang diberikan kepada setiap KK tidak merata. ada yang mendapat 100 buah batako, ada yang 250 buah batako, dan ada pula yang mendapat 500 buah batako. 

begitu juga dengan material-material lainnya, kami tidak bisa membangun jika ada material yang kurang, contoh kalau ingin membuat pondasi rumah, berarti harus ada pasirnya, sirtu, dan semen. tapi ini diberi pasir dan semen, tapi sirtunya tidak ada. nah ini bagaimana? kita dituntut harus segera mendirikan bangunan, tapi materialnya tidak ada. kalau kita punya duit yang cukup, kita bisa kok menutupi material yang tidak lengkap. tapi bagaimana kalau orang yang betul-betul miskin? kan kasihan mereka akan memaksakan diri mencari dana untuk membeli material yang kurang. kalau kita komplain gini, nanti kita dibilang tidak mensyukuri. percuma donk negara ngomongnya memberikan bantuan pembangunan rumah kumuh, tapi kenyataannya membantunya seperti ini lebih baik jangan memberikan bantuan sejak awal." ungkap Pak Lipin

Deni salah seorang warga juga mengatakan kalau uang 7.500.000.00 tersebut, sudah bisa untuk mendirikan rumah berukuran 4 x 6 meter persegi. tentu saja kalau uang tersebut memang langsung diberikan kepada setiap KK dan diawasi penggunaanya untuk membelikan material, mereka bisa mengatur uang tersebut untuk membeli material-material yang dibutuhkan untuk membangun. " wajar kalau masyarakat galau, karena keuangannya tidak jelas, pembagian materialnya tidak jelas bahkan materialnya kurang pula. lebih baik langsung dikasihkan saja uangnya kepada setiap KK, biar mereka yang mengatur pembelian materialnya, pasti tak akan begini jadinya. uang 7.500.000 tersebut, kalau langsung diberikan kepada masyarakat, mereka dapat membeli berbagai material yang dibutuhkan seperti semen, batako, paku, balok, sirtu, pasir, besi dan seng. tentu kalau untuk membangun rumah sederhana. asalkan setiap KK harus bisa mempertanggungjawabkan uang tersebut". tambah Deni.

memang masyarakat dibingungkan dengan teknik kerja konsultan yang mengatur ini. seandainya konsultan turun lapangan dan mengadakan sosialisasi, meluruskan serta memberikan pengarahan. pasti kegalauan dan kebingungan masyarakat ini tidak akan terjadi. (ch)

BENTENG BELANDA DI GUNUNG VANDERING KAB. BENGKAYANG

Peninggalan benteng Belanda di Gunung. Van Mandring / Vandering  kab. Bengkayang. Tampak tidak terawat dan di dirusaki. seharusnya Benteng ini dilestarikan, dijaga, dan direhab kerusakannya, agar anak cucu kelak serta masyarakat Dunia bisa mengetahui bahwa adanya jejak-jejak sejarah bangsa kita ini khususnya Kab. Bengkayang. 

Benteng ini selalu dikunjungi oleh masyarakat. baik masyarakat yang sekedar berhenti untuk melepas penat atau masyarakat yang memang tujuannya ingin melihat keberadaan benteng tersebut. karena benteng ini sangat dekat dan berada dipinggir jalan Gunung Vandering. 

selain benteng, sebenarnya jalan vandering juga sangat terkenal. hal tersebut dikarenakan jalan vandering memiliki tikungan tajam berkelok-kelok dan berada dibibir jurang. dirasa, jika benteng tersebut dilestarikan dan diberdayakan, pasti bisa mendatangkan penghasilan/pemasukan keuangan bagi Kab. Bengkayang. semoga benteng ini segera terlestarikan.

PENGOBATAN TRADISIONAL "KIAP" ALA SUKU DAYAK


9/2/2014. Kiap  adalah salah satu metode pengobatan tradisional suku dayak yang dapat kita jumpai hingga kini. Cara kerja kiap hampir sama dengan dikerok/dikerokin.  Namun perbedaannya adalah, jika dikerok menggunakan koin atau sendok, dan bekas kerokan membentuk seperti garis-garis miring, namun jika dikiap, menggunakan tangan, karena cara kerjanya adalah dengan menarik kulit dengan jepitan kedua jari tangan, antara jari telunjuk dan jari tengah. Bekas kiap sama seperti bekas dicubit. Karena Cara kiap menggunakan cubitan/tarikan kulit pada daerah-daerah tertentu.
      
       Kiap tidak dilakukan disembarang daerah tubuh. Jika dilakukan dengan salah, tidak akan mengobati, justru akan memperparah keadaan. Kiap dilakukan pada titik-titik / bagian-bagian tubuh tertentu. Bahan-bahan yang biasanya dipakai untuk kiap sederhana, yaitu bawang merah tunggal, garam dan minyak tanah. Cara pengolahannya dengan cara bawang merah tadi dicampur garam dan minyak tanah yang ditumbuk halus. Hasil tumbukan tersebutlah yang digunakan untuk digosokkan pada kulit yang hendak dikiap. Kiap biasanya dilakukan apabila kita terkena sakit kepala, demam dan masuk angin.
       Masyarakat dayak mengenal jenis penyakit masuk angin yang sangat berbahaya,  karena apabila tidak segera ditolong, dalam beberapa menit saja sang penderita bisa langsung meninggal. Menurut bahasa dayak bakati’ nama penyakit tersebut adalah Baro dan Sike.  Banyak sekali kasus orang yang meninggal karena terserang penyakit ini. Karena Penyakit ini suka menyerang dengan tiba-tiba. 
     Kiap adalah salah satu solusi mengobati penyakit baro dan Sike, apabila tiba-tiba menyerang. Karena menurut pengamatan penulis selama ini, kiap merupakan solusi pertolongan pertama untuk menyelamatkan sikorban dari penyakit baro dan Sike. Apabila terkena penyakit ini, titik kiap diposisikan pada bagian belakang dan perut atau disekitar pusat penderita.
     Efek dari kiap sangat terasa, terutama untuk penyakit masuk angin baro dan Sike. Biasanya jika setelah dikiap, si penderita langsung bersendawa atau membuang angin  (kentut) untuk mengeluarkan angin-angin yang ada di dalam tubuh.
      Seperti yang telah disebutkan di atas, kiap tidak boleh dilakukan sembarangan, dan harusnya dilakukan oleh orang-orang  yang sudah professional dalam hal Kiap. Kiap juga harus dilakukan pada waktu-waktu tertentu yaitu pagi, sore dan malam. Kiap sangat dilarang dilakukan pada siang hari. Karena siang hari suhu tubuh dan suhu lingkungan sekitar sangat tinggi, sehingga berbahaya untuk dilakukan kiap.(Ch)

Sabtu, 25 Januari 2014

PEMBAGIAN MATERIAL RUMAH KUMUH MENJADI MASALAH

Sungai Betung, 25 Januari 2014. Sudah beberapa pekan ini, pemerintah telah menyalurkan bantuan material-material bantuan rumah kumuh bagi masyarakat kurang mampu. pada awalnya memang berjalan dengan baik, tetapi sudah beberapa pekan ini, timbul masalah yang mengundang tanda tanya.

pembagian material bantuan rumah kumuh menimbulkan masalah dan spekulasi masyarakat. mengapa bisa terjadi? selama ini masyarakat dibingungkan dengan hasil keputusan rapat mengenai besarnya biaya yang akan diberikan kepada setiap Kepala keluarga dan jumlah material yang berbeda-beda jumlahnya untuk setiap kepala keluarga. 

ini semua bisa terjadi, penyebabnya karena kurangnya sosialisasi dari konsultan dan kades setempat. jika kades mengadakan sosialisasi selanjutnya, maka masyarakat pasti tidak akan berspekulasi dan mengatakan bahwa adanya korupsi disitu. 

memang perlunya transparansi, agar masyarakat tidak dibingungkan dengan info-info yang tidak benar yang justru dapat merugikan Kepala Desa dan konsultan yang menangani hal ini. (ch)

 

Blog Archive

Copyright@Suara Rakyat133. Diberdayakan oleh Blogger.