"Adil Ka' Talino Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata"..

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG..

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juni 2014

Masyarakat Desa Karya Bhakti Merindukan Pembangunan listrik

Sungai Betung, 23/6. Masyarakat desa karya bhakti merindukan pembangunan jalur listrik. Selama ini sebagian mereka menggunakan genset utk penerangan, walaupun biaya operasionalnya sangat mahal, ditambah besarnya resiko kerusakan peralatan elektronik.

Jumat, 21 Februari 2014

PENGOBATAN TRADISIONAL "KIAP" ALA SUKU DAYAK


9/2/2014. Kiap  adalah salah satu metode pengobatan tradisional suku dayak yang dapat kita jumpai hingga kini. Cara kerja kiap hampir sama dengan dikerok/dikerokin.  Namun perbedaannya adalah, jika dikerok menggunakan koin atau sendok, dan bekas kerokan membentuk seperti garis-garis miring, namun jika dikiap, menggunakan tangan, karena cara kerjanya adalah dengan menarik kulit dengan jepitan kedua jari tangan, antara jari telunjuk dan jari tengah. Bekas kiap sama seperti bekas dicubit. Karena Cara kiap menggunakan cubitan/tarikan kulit pada daerah-daerah tertentu.
      
       Kiap tidak dilakukan disembarang daerah tubuh. Jika dilakukan dengan salah, tidak akan mengobati, justru akan memperparah keadaan. Kiap dilakukan pada titik-titik / bagian-bagian tubuh tertentu. Bahan-bahan yang biasanya dipakai untuk kiap sederhana, yaitu bawang merah tunggal, garam dan minyak tanah. Cara pengolahannya dengan cara bawang merah tadi dicampur garam dan minyak tanah yang ditumbuk halus. Hasil tumbukan tersebutlah yang digunakan untuk digosokkan pada kulit yang hendak dikiap. Kiap biasanya dilakukan apabila kita terkena sakit kepala, demam dan masuk angin.
       Masyarakat dayak mengenal jenis penyakit masuk angin yang sangat berbahaya,  karena apabila tidak segera ditolong, dalam beberapa menit saja sang penderita bisa langsung meninggal. Menurut bahasa dayak bakati’ nama penyakit tersebut adalah Baro dan Sike.  Banyak sekali kasus orang yang meninggal karena terserang penyakit ini. Karena Penyakit ini suka menyerang dengan tiba-tiba. 
     Kiap adalah salah satu solusi mengobati penyakit baro dan Sike, apabila tiba-tiba menyerang. Karena menurut pengamatan penulis selama ini, kiap merupakan solusi pertolongan pertama untuk menyelamatkan sikorban dari penyakit baro dan Sike. Apabila terkena penyakit ini, titik kiap diposisikan pada bagian belakang dan perut atau disekitar pusat penderita.
     Efek dari kiap sangat terasa, terutama untuk penyakit masuk angin baro dan Sike. Biasanya jika setelah dikiap, si penderita langsung bersendawa atau membuang angin  (kentut) untuk mengeluarkan angin-angin yang ada di dalam tubuh.
      Seperti yang telah disebutkan di atas, kiap tidak boleh dilakukan sembarangan, dan harusnya dilakukan oleh orang-orang  yang sudah professional dalam hal Kiap. Kiap juga harus dilakukan pada waktu-waktu tertentu yaitu pagi, sore dan malam. Kiap sangat dilarang dilakukan pada siang hari. Karena siang hari suhu tubuh dan suhu lingkungan sekitar sangat tinggi, sehingga berbahaya untuk dilakukan kiap.(Ch)

Kamis, 31 Oktober 2013

MOBIL PUSKESMAS SUNGAI BETUNG SIP!

Sungai Betung, Ketepat gunaan Mobil puskesmas Sungai Betung perlu diacungi jempol. Kenapa tidak, karena selain memang tidak digunakan sebagai mobil pribadi (mobil yang dipakai kemana-mana) tetapi juga karena manfaatnya memang jelas dirasakan oleh  sebagian warga yang telah menggunakan jasanya. Dimana mobil yang dibeli menggunakan Dana APBD tahun 2007 ini jika suatu saat dibutuhkan, maka dengan mudah dipinjamkan ke setiap warga yang membutuhkan kendaraan. Baik untuk membawa orang sakit, maupun membawa jenazah.
Pihak-pihak Puskesmas juga dengan senang hati meminjamkan mobil tersebut tanpa mempersulit warga terlebih dengan meminta sewaan. Namun walaupun mudah dipinjamkan, terkadang kendala yang dihadapi oleh warga adalah tidak adanya sopir untuk membawa mobil tersebut. Karena pihak Puskesmas hanya meminjamkan mobilnya saja karena memang mobil puskesmas Sungai Betung tidak mempunyai Sopir tetap, karena biasanya mobil tersebut Cuma dikemudikan oleh pihak Puskesmas saja.

Bersyukur di Desa Suka Maju ada seorang Bapak yang bernama Domi, yang biasanya dengan senang hati membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan tanpa meminta imbalan. Khususnya untuk menyetir mobil tersebut. Jadi beliaulah yang biasanya mengemudikan mobil Puskesmas tersebut jika ada warga yang membutuhkan. 

Kebaikan beliau bukan sebatas itu saja, selain memberi jasa menyetir, beliau juga sering mendonorkan darahnya kepada orang –orang yang sangat membutuhkan darah dan itu beliau berikan dengan Cuma-Cuma, namun tidak memungkiri, terkadang ada warga yang merasa terbantu oleh jasanya dengan memberikan sedikit rezeki sebagai ucapan terimakasih.(Ch)

Senin, 22 Juli 2013

POSYANDU SUKA MAJU, SUNGAI BETUNG KURANG MAKSIMAL


Sungai Betung, Pelayanan Pos Layanan Terpadu (Posyandu) di Desa Suka Maju Sungai Betung dianggap kurang maksimal. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kedisiplinan waktu para Petugas Posyandu, baik petugas kesehatan maupun petugas PKKnya.

Seyogianya pelayanan kesehatan seperti Posyandu ini sudah dimulai pukul 8.00 Wib, tetapi walaupun sudah pukul 9.00 Wib, para petugas Posyandunya belum juga datang. Justru para ibu beserta bayinya yang dahulu datang harus menunggu lama sambil berdiri di depan kantor Balai Desa Suka Maju dan tersengat sinar matahari.

Hal ini dinilai sangat tidak baik dalam hal pelayanan kesehatan seperti Kegiatan Posyandu ini. Karena dianggap sudah membuang waktu para ibu peserta Posyandu, dan para petugas posyandu dianggap tidak disiplin waktu.

pelayanan Posyandu di Sungai Betung, Desa Suka Maju biasanya dimulai pada pukul 09.30 atau 10.00, dan berakhir sekitar pukul 11.30, bahkan pukul 12.00. E. S. (27) salah satu warga yang  mengikuti layanan Posyandu beberapa waktu (8/7/2013) mengatakan bahwa mereka biasanya sudah ada di tempat Posyandu (Balai Desa red) pukul 09.00 pagi, tetapi pelayanan baru dimulai pada jam 9.30 atau jam 10.00. hal tersebut dikarenakan para petugas posyandu beralasan harus membereskan pekerjaan di rumah  terlebih dahulu, baru ke posyandu, Ungkapnya.


Salah seorang ibu yang tak mau disebutkan namanya juga mengatakan hal serupa, seperti yang diungkapkan oleh Ibu E.S. Harapan mereka kedepannya menginginkan agar kegiatan posyandu di Desa Suka Maju Sungai Betung bisa dilaksanakan lebih awal, agar para ibu tidak membuang waktu, karena mereka capek kalau harus menunggu lama, lagipula mereka juga harus mengurus pekerjaan lainnya di rumah pintanya.(Ch)

Rabu, 19 Juni 2013

TINGGINYA RASA PERSATUAN KEBERSAMAAN ANTAR KADER DI PARTAI DEMOKRAT

Ulang Tahun Bunda Fenni
Bengkayang, Senin (17/6/2013) yang lalu merupakan hari yang paling bahagia bagi salah satu kader  sekaligus caleg dari partai demokrat yaitu Hj. RA. Fenni Mutiarawati Kasiyo, BA.  Dimana pada hari tersebut ia merayakan Ulang Tahunnya yang ke -61 tahun.

           Pada perayaan ulang tahun kali ini tampak berbeda dari perayaan-perayaan sebelumnya, sebab perayaan tersebut dirayakan di Gedung Sekretariat Partai Demokrat Kabupaten Bengkayang, dan tamu-tamu undangannya juga merupakan anggota-anggota Partai Demokrat, antara lain ketua DPC PD, anggota DPR, anggota Caleg, Ketua Majelis Cabang Partai Demokrat, ketua – ketua PAC dan anggota simpatisan dari Partai Demokrat. 

          Pada pembukaan perayaan Ulang tahun tersebut, Hj. RA. Fenni Mutiarawati Kasiyo, BA juga memberikan kado ulang tahun kepada tamu-tamu undangan yang beruntung, dimana sebelum memberikan kado, beliau mengadakan kuis tebak nama, jadi siapa yang benar, maka akan mendapatkan kado istimewa dari beliau.

          Kegembiraan dan sukacita tampak pada saat perayaan tersebut karena para undangan dibawa larut dalam alunan lagu tahun 70-an yang dinyanyikan oleh semua tamu undangan. Salah satu lagu yang dinyanyikan pada perayaan ulang tahun Hj. RA. Fenni Mutiarawati Kasiyo, BA adalah “Kemesraan ini”

            Selain menyanyi, para undangan juga diajak berjoget oleh Beliau. Tak terkecuali Bapak Yosua Sugara,SE yang merupakan ketua DPC – PD, juga berjoget ria bersama rekan-rekan.  Sedangkan untuk musiknya sendiri diiringi oleh saudara Pierre, menggunakan Keyboard. Semua tamu undangan merasa gembira, karena selain merasa terhibur, mereka juga mendapatkan Cenderamata dari Hj. Fenni Mutiarawati Kasiyo, BA. 

         Kesuksesan acara perayaan ulang tahun Hj. RA. Fenni Mutiarawati Kasiyo, BA ini tak lepas dari tingginya rasa persatuan dan kebersamaan antar kader maupun semua anggota partai Demokrat kabupaten Bengkayang, yang selalu dijunjung oleh semua anggota Partai Demokrat tanpa terkecuali, selalu menghargai sesama anggota partai maupun non anggota partai, peka terhadap kebutuhan sesama , dan yang lebih penting, mau ambil bagian dalam  setiap kegiatan. Sehingga perayaan tersebut dapat terlaksana dengan sukses dan meriah.

Selasa, 18 Juni 2013

PENGEMIS DAN ORGIL DI BENGKAYANG PERLU PENANGANAN

Pemandangan dikota Bengkayang tidak seperti dulu. Dulu Bengkayang bersih, walaupun tidak bersih dari sampah, paling tidak bersih dari Para Pengemis. Namun sekarang berbeda, bisa dikatakan seperti kota - kota besar, yang sehari-harinya dipenuhi dengan gepeng, pengamen dan pengemis.

Beberapa saat yang lalu (15/6/2013) saya lagi main ke Rumah teman, saat asyik ngobrol, tiba-tiba terdengar suara serak dari depan pintu rumah mengatakan “Sedekahnya Pak,.. Kasihani Saya Pak!”saat kami hampiri ternyata ia seorang pengemis tua, yang mengenakan pakaian alakadarnya, dan bolong serta lusuh. Jika dilihat pengemis itu berumur sekitar 70 tahun.

Karena merasa kasihan, Teman saya kemudian merogoh koceknya, dan memberi beberapa peser uang kepada pengemis tersebut. Kemudian pengemis tersebut pergi setelah mengucapkan terimakasih kepada teman saya. Kalau dilihat para pengemis dan pengamen yang ada di Kabupaten Bengkayang, mereka bukan merupakan warga Bengkayang dan sekitarnya. Sepertinya para pengemis dan pengamen ini datangnya dari  Kota/Kabupaten lain.

Pemandangan ini sudah sering dilihat bahkan hal ini pernah dimuat dimedia massa, tapi mengapa kayaknya Pemerintah kurang perhatian dan mana solusi dari Pemerintah?. Seharusnya hal-hal yang seperti ini bisa diatasi oleh pemerintah Kabupaten. Pemda bisa menugaskan Instansi terkait maupun SatuanPol-PP untuk mengatasi dan mengamankan para pengemis dan pengamen tersebut. jangan Pol-PPnya Cuma ditugaskan untuk menjaga Rumah-rumah dan Kantor Instansi pemerintah dan pejabat saja.

Sebenarnya bukan masalah pengemis dan pengamen saja yang ada di Kabupaten Bengkayang yang mesti ditangani, masalah Orang Sakit Jiwa (orgil/orang gila) juga mesti jadi perhatian. Orang gila di Kabupaten Bengkayang tiap taunnya pasti ada yang baru, tapi kebanyakan orang gila tersebut merupakan buangan dari daerah maupun Kabupaten lain. Dan hal ini menjadi pemandangan sehari-hari di Pasar Bengkayang dan akan menjadi masalah besar bila tidak ditangani dengan serius.

SUNGAI JABANEK TERCEMAR OLEH LIMBAH PETI

          Sungai Jabanek sudah tercemar oleh limbah PETI. Sungai yang dulunya bersih, dapat digunakan untuk aktivitas MCK, sekarang tidak dapat digunakan lagi. Hal ini dikarenakan PETI yang kian merajalela di daerah Sungai Betung, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang. Banyak warga yang mengeluh mengenai Air, baik air untuk mandi, mencuci dan air untuk konsumsi.Selama ini masyarakat yang melakukan PETI bekerja biasa-biasa saja.

        Mereka tidak takut akan dirazia dan ditangkap oleh polisi maupun aparat Desa, karena memang mereka (polisi & aparat desa) melakukan pembiaran, tidak mau tau atau mereka merasa kasihan/takut, karena itu merupakan mata pencarian sebagian masyarakat yang apabila bila dihentikan aktivitasnya, masyarakat akan kehilangan pekerjaan, bahkan mungkin marah dan mengamuk. Kesalnya lagi, Penegak Hukum bukannya malah menangkap atau Menegur para Pelaku PETI, justru beberapa oknum aparat juga melakukan aktivitas PETI.

            Masyarakat lain yang menjadi korban dari aktivitas ini juga selama ini diam-diam saja. Dikarenakan mereka takut untuk melaporkan dan merasa tidak tega jika melihat rekan, sahabat dan tetangga mereka putus mata pencariannya. Apalagi sekarang harga karet mersosot tajam dari harga Rp. 19.000 menjadi Rp.9000, jadi mereka beralih pekerjaan dari Penoreh karet, menjadi penambang emas yang jika per- Gram harganya Rp. 350.000 (15/6/2013).  

          Bayangkan saja, harga beras di Bengkayang saja untuk kualitas standar sudah mencapai 13.000 rupiah per kilogramnya, apalagi sudah kenaikan BBM nanti. Inilah yang merupakan salah satu faktor mengapa mereka melakukan PETI, karena mata pencarian mereka yang dulu mereka andalkan yaitu menoreh karet, sekarang dianggap tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meskipun masih ada juga masyarakat yang lain yang memfokuskan mata pencariannya  untuk menoreh karet.

Bisa dibayangkan jika kegiatan tersebut terus berlanjut, bukan air sungai saja yang tercemar, melainkan segala makhluk hidup yang ada dalam Air juga ikut tercemar. Apalagi rata-rata para penambang emas menggunakan merkuri (Raksa). Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan ekosistem di Air sungai maupun bagi masyarakat khususnya masyarakat di Sungai Betung yang selama ini masih menggunakan air tercemar tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
 

Selasa, 11 Juni 2013

Bahaya Menggunakan HP Ketika Hujan disertai Petir.

Stefanus (17) Warga Dusun Lamat Payang, Desa Tirta Kencana, Kecamatan Bengkayang. Minggu (9/5) meninggal dunia setelah tersambar Petir.  Saat kejadian cuaca sedang Hujan disertai Petir. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 6 sore, dimana saat ia hendak mengecas HPnya. Ketika ingin mencolokkan chargernya ke terminal listrik, tiba-tiba ia tersambar petir yang membuat ia terpental ke belakang kemudian kejang-kejang. 

Melihat kejadian tersebut, warga yang juga tidak jauh dari tempat kejadian langsung membawanya ke Rumah Sakit, namun belum sesampainya ke Rumah Sakit, ia kemudian menghembuskan nafas yang terakhir. Salah seorang Kerabatnya Enjel, mengatakan bahwa pada saat kejadian pada sore hari tersebut memang lagi hujan disertai petir, ketika itu dia (stefanus) sedang memainkan Hpnya, kemudian ingin mengecasnya. " Saya sempat melarang dia memainkan Hpnya, karna saya takut nanti  bisa kesambar petir, karena sore itu sedang hujan disertai petir, tetapi ia tidak mengindahkan perkataan saya. tak lama kemudian saya tiba-tiba mendengar letupan yang nyaring, saya kira jendela kaca yang pecah, tak taunya sahabat saya Stefanus telah disambar petir." tandas Enjel. 

Salah seorang warga, Yeye yang berada tidak jauh dari tempat kejadian juga mengatakan " Saya dan   rekan-rekan waktu kejadian sedang membantu salah satu rekan kami yang ingin Hajatan, termasuk ia (stefanus) juga. Saat kejadian, kami mendengar suara seperti bunyi mercon (Petasan), dan tiba-tiba ada teriakan dari dalam rumah meminta tolong. setelah kami hampiri, ternyata si stefanus sedang kejang-kejang dan tak sadarkan diri akibat tersambar petir. melihat hal tersebut, kami langsung membawanya ke Rumah Sakit, namun baru dipertengahan perjalanan ia kemudian meninggal." tutur Yeye sembari bersedih.

 

Blog Archive

Copyright@Suara Rakyat133. Diberdayakan oleh Blogger.