Home » Posts filed under Hal-hal yang masih dipercayai Orang Dayak (Bakati' Rara)
Hal-hal yang masih dipercayai oleh sebagian besar Masyarakat Dayak. (khusus Bakati')
Yang masih dipercaya juga oleh orang Dayak
adalah tidak boleh bersiul pada malam hari, hal ini dilarang karena dipercaya
apabila bersiul pada saat malam, kita memanggil makhluk halus. Dan itu tidak
baik jika memanggil mereka, dikuatirkan mereka dapat mengganggu kita yang memanggilnya dengan tidak sengaja yaitu
bersiul.
NB. Hal ini mungkin ada sedikit berbeda kepercayaan dengan Masyarakat Dayak yang bukan Sub Suku Dayak Bakati'. Khususnya Bakati Rara. yang saya tulis di atas adalah sesuai dengan Interview langsung dengan masyarakat Dayak di Kec. Sungai Betung, Kab. Bengkayang
* Jika ada tanggapan lain, atau tambahan mengenai Tulisan di atas, atau anda ingin menambahkan sesuatu yang masih dipercaya oleh Orang Dayak yang mungkin belum saya tulis, silah kan kirim ke Email Saya. Terimakasih....
MARI KITA LESTARIKAN ADAT BUDAYA KITA......
Hal-hal yang masih dipercayai oleh sebagian besar Masyarakat Dayak. (khusus Bakati')
Orang Dayak percaya bahwa saat sore atau
malam hari, kita tidak boleh membeli benda-benda tajam. Seperti : Jarum, Paku,
pisau, parang, dsb. Karena menurut sumber, itu akan mengakibatkan menurunnya
kualitas kesehatan kita yaitu penurunan pengelihatan pada mata. Atau kata
lainnya kita akan cepat rabun.
NB. Hal ini mungkin ada sedikit berbeda kepercayaan dengan Masyarakat Dayak yang bukan Sub Suku Dayak Bakati'. Khususnya Bakati Rara. yang saya tulis di atas adalah sesuai dengan Interview langsung dengan masyarakat Dayak di Kec. Sungai Betung, Kab. Bengkayang
* Jika ada tanggapan lain, atau tambahan mengenai Tulisan di atas, atau anda ingin menambahkan sesuatu yang masih dipercaya oleh Orang Dayak yang mungkin belum saya tulis, silah kan kirim ke Email Saya. Terimakasih....
MARI KITA LESTARIKAN ADAT BUDAYA KITA......
Hal-hal yang masih dipercayai oleh sebagian besar Masyarakat Dayak. (khusus Bakati')
masyarakat Dayak juga mempercayai jika
saat hujan panas, kita tidak boleh melewatinya. Karena menurut kepercayaan,
saat hujan panas, Kamang (Mahluk halus) sedang berjalan. Dan mereka juga
memasang perangkap seperti jaring pukat (Jaring) didaerah - daerah tertentu, dan
jaring tersebut bisa berjalan. Jaring
tersebut berwarna merah Dan apabila kita terkena jaring tersebut, maka dalam
waktu beberapa hari, kita akan meninggal.
Konon jika terkena jaring, tidak dapat
diobati. Biasanya jika terkena jaring, si korban akan akan demam panas tinggi,
kemudian meninggal. Dan ditubuh korban biasanya terdapat bekas seperti bentuk
pancungan benda tajam berbentuk / , \ (pancungan miring) atau X
(pancungan silang) dan berwarna kebiru-biruan. Orang dayak menyebutnya terkena
“Kamang Nyumpokng” (dipancung kamang) saat hujan panas. Itu sebabnya jika saat
melewati hujan panas, biasanya orang dayak memegang daun lalang atau daun
cengkodok atau daun jengkol untuk menangkal serangan Kamang tersebut.
NB. Hal ini mungkin ada sedikit berbeda kepercayaan dengan Masyarakat Dayak yang bukan Sub Suku Dayak Bakati'. Khususnya Bakati Rara. yang saya tulis di atas adalah sesuai dengan Interview langsung dengan masyarakat Dayak di Kec. Sungai Betung, Kab. Bengkayang
* Jika ada tanggapan lain, atau tambahan mengenai Tulisan di atas, atau anda ingin menambahkan sesuatu yang masih dipercaya oleh Orang Dayak yang mungkin belum saya tulis, silah kan kirim ke Email Saya. Terimakasih....
MARI KITA LESTARIKAN ADAT BUDAYA KITA......
Hal-hal yang masih dipercayai oleh sebagian besar Masyarakat Dayak. (khusus Bakati')
Menghormati Padi (Batabe’), juga merupakan
sesuatu ajaran yang masih dipercaya oleh masyarakat adat Dayak hingga kini.
Memang sesungguhnya masyarakat Dayak dimanapun berada, dan apapun sub sukunya,
mereka sangat - sangat menghormati padi. Menghormati disini maksudnya,
seandainya kalau kita sedang berjalan, dan ketemu ladang orang dayak, atau
melewati ladang tersebut, maka kita harus menghormatinya dengan mengucapkan
kata kata “ Ruus,,,, Maa’.... Tabe’ Mih Pade ah....” saat melewatinya. Atau
saat kita melihat biji padi, dimanapun ia berada. Baik dirumah dan diladang
terlebih diladang ataupun dirumah orang.
Jika
tidak, terkadang ada padi yang garang (orang dayak menyebutnya begitu) bisa mengigit
orang yang melewatinya ataupun menyentuhnya, jika kita tidak menghormatinya.
Padi juga mengigit didaerah-daerah tertentu, biasanya padi mengigit didaerah
kaki yaitu bagian tumit, dan daerah kelamin. Ciri-ciri terkena gigitan padi,
yaitu, pada daerah gigitan membengkak, memerah, panas dan gatal. Hal ini dapat
disembuhkan dengan cara di “Nyemperiitn” (dibaca mantra khusus) sambil meludahi
daerah gigitan padi dengan “Rayakng Sape” (air sirih).
NB. Hal ini mungkin ada
sedikit berbeda kepercayaan dengan Masyarakat Dayak yang bukan Sub Suku Dayak
Bakati'. Khususnya Bakati Rara. yang saya tulis di atas adalah sesuai dengan
Interview langsung dengan masyarakat Dayak di Kec. Sungai Betung, Kab. Bengkayang
* Jika ada tanggapan lain, atau tambahan mengenai Tulisan di atas,
atau anda ingin menambahkan sesuatu yang masih dipercaya oleh Orang Dayak yang
mungkin belum saya tulis, silah kan kirim ke Email Saya. Terimakasih....
MARI KITA LESTARIKAN ADAT BUDAYA KITA......
Hal-hal yang masih dipercayai oleh sebagian besar Masyarakat Dayak. (khusus Bakati')
Orang Dayak khususnya Dayak Bakati’ yang
ada di Daerah Sungai Betung mayoritas mereka mempercayai bahwa jika mendengar
bunyi kicauan burung Caruit/Kito ( saya tidak tau apa nama indonesianya burung
ini) bentuk burung ini kecil, sebesar ibu jari dan berwarna kuning kecoklatan.
Maka mereka beranggapan bahwa akan terjadi sesuatu/pertanda /kabar buruk akan
datang atau menyumpah orang yang mendengarnya.
Untuk
itu, jika orang mendengar bunyi kicauan burung ini, maka mereka dengan cepat
bereaksi, seperti memaki, menyumpah, menghalau burung tersebut, bahkan
membunuhnya, hal ini dilakukan agar mereka dapat terhindar dari sesuatu yang
tidak diinginkan. Seperti yang telah saya sebutkan di atas.
NB. Hal ini mungkin ada sedikit berbeda kepercayaan dengan Masyarakat Dayak yang bukan Sub Suku Dayak Bakati'. Khususnya Bakati Rara. yang saya tulis di atas adalah sesuai dengan Interview langsung dengan masyarakat Dayak di Kec. Sungai Betung, Kab. Bengkayang
* Jika ada tanggapan lain, atau tambahan mengenai Tulisan di atas, atau anda ingin menambahkan sesuatu yang masih dipercaya oleh Orang Dayak yang mungkin belum saya tulis, silah kan kirim ke Email Saya. Terimakasih....
MARI KITA LESTARIKAN ADAT BUDAYA KITA......