"Adil Ka' Talino Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata"..

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG..

Tampilkan postingan dengan label Hal-hal yang masih dipercayai Orang Dayak (Bakati' Rara). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hal-hal yang masih dipercayai Orang Dayak (Bakati' Rara). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2013

5. TIDAK BOLEH BERSIUL PADA MALAM HARI

Hal-hal yang masih dipercayai oleh sebagian besar Masyarakat Dayak. (khusus Bakati')   


Yang masih dipercaya juga oleh orang Dayak adalah tidak boleh bersiul pada malam hari, hal ini dilarang karena dipercaya apabila bersiul pada saat malam, kita memanggil makhluk halus. Dan itu tidak baik jika memanggil mereka, dikuatirkan mereka dapat mengganggu kita  yang memanggilnya dengan tidak sengaja yaitu bersiul.


NB. Hal ini mungkin ada sedikit berbeda kepercayaan dengan Masyarakat Dayak yang bukan Sub Suku Dayak Bakati'. Khususnya Bakati Rara. yang saya tulis di atas adalah sesuai dengan Interview langsung dengan masyarakat Dayak di Kec. Sungai Betung, Kab. Bengkayang

Jika ada tanggapan lain, atau tambahan mengenai Tulisan di atas, atau anda ingin menambahkan sesuatu yang masih dipercaya oleh Orang Dayak yang mungkin belum saya tulis, silah kan kirim ke Email Saya. Terimakasih....

MARI KITA LESTARIKAN ADAT BUDAYA KITA......

4. TIDAK BOLEH MEMBELI BENDA TAJAM SAAT SORE HARI/MALAM.

Hal-hal yang masih dipercayai oleh sebagian besar Masyarakat Dayak. (khusus Bakati')   

Orang Dayak percaya bahwa saat sore atau malam hari, kita tidak boleh membeli benda-benda tajam. Seperti : Jarum, Paku, pisau, parang, dsb. Karena menurut sumber, itu akan mengakibatkan menurunnya kualitas kesehatan kita yaitu penurunan pengelihatan pada mata. Atau kata lainnya kita akan cepat rabun.


NB. Hal ini mungkin ada sedikit berbeda kepercayaan dengan Masyarakat Dayak yang bukan Sub Suku Dayak Bakati'. Khususnya Bakati Rara. yang saya tulis di atas adalah sesuai dengan Interview langsung dengan masyarakat Dayak di Kec. Sungai Betung, Kab. Bengkayang

Jika ada tanggapan lain, atau tambahan mengenai Tulisan di atas, atau anda ingin menambahkan sesuatu yang masih dipercaya oleh Orang Dayak yang mungkin belum saya tulis, silah kan kirim ke Email Saya. Terimakasih....



MARI KITA LESTARIKAN ADAT BUDAYA KITA......

3. TIDAK BOLEH MELEWATI HUJAN PANAS (UJATN BAJARAH)

Hal-hal yang masih dipercayai oleh sebagian besar Masyarakat Dayak. (khusus Bakati')   

   masyarakat Dayak juga mempercayai jika saat hujan panas, kita tidak boleh melewatinya. Karena menurut kepercayaan, saat hujan panas, Kamang (Mahluk halus) sedang berjalan. Dan mereka juga memasang perangkap seperti jaring pukat (Jaring) didaerah - daerah tertentu, dan jaring tersebut bisa berjalan.  Jaring tersebut berwarna merah Dan apabila kita terkena jaring tersebut, maka dalam waktu beberapa hari, kita akan meninggal.

      Konon jika terkena jaring, tidak dapat diobati. Biasanya jika terkena jaring, si korban akan akan demam panas tinggi, kemudian meninggal. Dan ditubuh korban biasanya terdapat bekas seperti bentuk pancungan benda tajam berbentuk / , \ (pancungan miring) atau X (pancungan silang) dan berwarna kebiru-biruan. Orang dayak menyebutnya terkena “Kamang Nyumpokng” (dipancung kamang) saat hujan panas. Itu sebabnya jika saat melewati hujan panas, biasanya orang dayak memegang daun lalang atau daun cengkodok atau daun jengkol untuk menangkal serangan Kamang tersebut.

NB. Hal ini mungkin ada sedikit berbeda kepercayaan dengan Masyarakat Dayak yang bukan Sub Suku Dayak Bakati'. Khususnya Bakati Rara. yang saya tulis di atas adalah sesuai dengan Interview langsung dengan masyarakat Dayak di Kec. Sungai Betung, Kab. Bengkayang


Jika ada tanggapan lain, atau tambahan mengenai Tulisan di atas, atau anda ingin menambahkan sesuatu yang masih dipercaya oleh Orang Dayak yang mungkin belum saya tulis, silah kan kirim ke Email Saya. Terimakasih....


MARI KITA LESTARIKAN ADAT BUDAYA KITA......

2. MENGHORMATI PADI (Batabe’)

Hal-hal yang masih dipercayai oleh sebagian besar Masyarakat Dayak. (khusus Bakati')

     Menghormati Padi (Batabe’), juga merupakan sesuatu ajaran yang masih dipercaya oleh masyarakat adat Dayak hingga kini. Memang sesungguhnya masyarakat Dayak dimanapun berada, dan apapun sub sukunya, mereka sangat - sangat menghormati padi. Menghormati disini maksudnya, seandainya kalau kita sedang berjalan, dan ketemu ladang orang dayak, atau melewati ladang tersebut, maka kita harus menghormatinya dengan mengucapkan kata kata “ Ruus,,,, Maa’.... Tabe’ Mih Pade ah....” saat melewatinya. Atau saat kita melihat biji padi, dimanapun ia berada. Baik dirumah dan diladang terlebih diladang ataupun dirumah orang.

      Jika tidak, terkadang ada padi yang garang (orang dayak menyebutnya begitu) bisa mengigit orang yang melewatinya ataupun menyentuhnya, jika kita tidak menghormatinya. Padi juga mengigit didaerah-daerah tertentu, biasanya padi mengigit didaerah kaki yaitu bagian tumit, dan daerah kelamin. Ciri-ciri terkena gigitan padi, yaitu, pada daerah gigitan membengkak, memerah, panas dan gatal. Hal ini dapat disembuhkan dengan cara di “Nyemperiitn” (dibaca mantra khusus) sambil meludahi daerah gigitan padi dengan “Rayakng Sape” (air sirih).


NB. Hal ini mungkin ada sedikit berbeda kepercayaan dengan Masyarakat Dayak yang bukan Sub Suku Dayak Bakati'. Khususnya Bakati Rara. yang saya tulis di atas adalah sesuai dengan Interview langsung dengan masyarakat Dayak di Kec. Sungai Betung, Kab. Bengkayang


Jika ada tanggapan lain, atau tambahan mengenai Tulisan di atas, atau anda ingin menambahkan sesuatu yang masih dipercaya oleh Orang Dayak yang mungkin belum saya tulis, silah kan kirim ke Email Saya. Terimakasih....

MARI KITA LESTARIKAN ADAT BUDAYA KITA......

1. SUARA BURUNG CARUIT/KITO

Hal-hal yang masih dipercayai oleh sebagian besar Masyarakat Dayak. (khusus Bakati')

Orang Dayak khususnya Dayak Bakati’ yang ada di Daerah Sungai Betung mayoritas mereka mempercayai bahwa jika mendengar bunyi kicauan burung Caruit/Kito ( saya tidak tau apa nama indonesianya burung ini) bentuk burung ini kecil, sebesar ibu jari dan berwarna kuning kecoklatan. Maka mereka beranggapan bahwa akan terjadi sesuatu/pertanda /kabar buruk akan datang atau menyumpah orang yang mendengarnya.

Untuk itu, jika orang mendengar bunyi kicauan burung ini, maka mereka dengan cepat bereaksi, seperti memaki, menyumpah, menghalau burung tersebut, bahkan membunuhnya, hal ini dilakukan agar mereka dapat terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti yang telah saya sebutkan di atas.  

NB. Hal ini mungkin ada sedikit berbeda kepercayaan dengan Masyarakat Dayak yang bukan Sub Suku Dayak Bakati'. Khususnya Bakati Rara. yang saya tulis di atas adalah sesuai dengan Interview langsung dengan masyarakat Dayak di Kec. Sungai Betung, Kab. Bengkayang

Jika ada tanggapan lain, atau tambahan mengenai Tulisan di atas, atau anda ingin menambahkan sesuatu yang masih dipercaya oleh Orang Dayak yang mungkin belum saya tulis, silah kan kirim ke Email Saya. Terimakasih....


MARI KITA LESTARIKAN ADAT BUDAYA KITA......

 

Blog Archive

Copyright@Suara Rakyat133. Diberdayakan oleh Blogger.