Agar dapat
dilalui, masyarakat selama ini berswadaya memperbaiki jembatan-jembatan
yang rusak tersebut. jika tidak, maka warga kesulitan untuk
beraktivitas. baik bagi pejalan kaki, roda dua maupun roda empat. warga
memanfaatkan batang-batang kayu dan belah-belahan kayu hasil tebangan
yang telah terbuang untuk digunakan sebagai pengganti papan lantai
jembatan-jembatan yang rusak. bahkan terkadang ada juga warga yang
dengan ikhlas memberikan papan dan balok kayu untuk digunakan
memperbaiki jembatan yang rusak.
Selain jembatan yang rusak, terdapat pula tanah yang amblas disekitar jembatan-jembatan yang rusak. amblasnya tanah disekitar jembatan karena disebabkan oleh faktor alam seperti banjir dan amblas karena terkena tekanan muatan yang terlalu berat. selama ini, apartur Desa pun sudah berperan dalam menangani masalah ini dengan mengarahkan warga untuk berswadaya/gotong royong memperbaiki jembatan yang rusak maupun membersihkan sampah-sampah dan potongan kayu yang menyangkut dibawah jembatan.
Hal ini mesti ditanggapi serius oleh pihak Pemerintah. bukan saja di Sungai Betung, tetapi juga di Daerah-daerah lainnya. jika tidak, bukan tidak mungkin akan adanya korban kecelakaan. karena selama ini, memang sudah ada korban kecelakaan terkait jembatan yang rusak tersebut. walaupun korban tidak mengalami hal yang sebegitu parah, namun inilah bukti yang menandakan bahwa jembatan tersebut sangat rawan dan berbahaya, yang suatu saat dapat mengancam nyawa masyarakat.(Ch)

0 komentar:
Posting Komentar
Komentar lah jika anda berkenan, komentar lah yang baik, sopan, santun, No SARA, Kritik dan Saran sangat diharapkan. Terimakasih....